Laman

Senin, 23 Agustus 2010

surf trip end year '09

december 2009, westcoast to southcoast java

video

start tgl 18th gw sm tmn 'afi' brangkat ke jkt ktmuan ama 2 tmn lg dsana 'ficka & gilang, sampe jkt mlmnya lgsg opening reggae party di BBS cafee..reggae'an ampe pagiii...tapi mas tonny q nya ga mucul g apa lah...

19th pagi meluncur ke carita, sampe dihomebreak disambut tmn2 CSC 'carita surfing club', lgsg dcariin kamar n malemnya di invite ke acara reggae party (again)...packing barang trus meluncur ke pasauran..beuh fuckin flattt...lanjut ke jambu..lumayan ada spdp surf sampe sunset..balik ke kamar, then go to reggae party...

20th pagi2 cek ke pasauran n jambu lg,kali ini nyemplung di pasauran lmyn...siangnya pamitan, mo lanjut ke ocean queen aka pl.ratu..mampir ke spot binuangeun n karang malang reef...plattt...lewat bayah..platt jg...sampe sawarna udah maghrib jd ga sempet nyemplung...lanjut cisolok n cekin di hotel deket sunset.

21th cek cimaja flattt..akhirnya nyemplung di sunset 3-4 feet left n right hander,fun surf today...
22th pagi ampe sore sunset lg more powerfull...mlmnya bakar ikan (again)...

23th siang akhirnya swell dateng jg dcimaja...nyemplung walau parno ktnya ada buaya lepas 7 biji yg ktangkep br 1..hiyyy...siangan swell cimaja makin abiss...packing2 n checkout deh..next dest..masuk loji...fuckin flaattt...lanjut rute jampang kulon turtle ujung genteng...wuiii...surutttnyaa minta ampunnn...klo mo bunuh diri tepat bgt momennnya..eheh..akhirnya diputuskan lanjut jln lg....

rencana mo tengok orange juice,pamayang garut..tp karena jalan malem akhirny lgsg ciamis aja,transit mkn telor 1/2 mtg n bu2r kcang ijo diciamis,n pagi2 sampe jg di reef btk..istirahat...kbetulan hujan lgsg ambil board cek ke legok pari (point) lumayan bwt pmanasan...blk lg ke reef..malemnya cristmas party with couple of foreign surfer...huhu..bsoknya main di reef point...

selama seminggu di btk jadwalnya bgitu doang deh pokoknya..pagi-sore surf malemnya party...sdikit boring di point jd sempet maen ke bulak benda...akhirnya sampai pada ombak akhir taun di reef crowded pisannn lebih dari 20 orang..beuh...baru sekarang liat pemandangan seperti ini...ck..ck..ck..

paginya 1st jan jg msh bgs..sampe tgl 4 di reef bgs..n sempet dapet barel di point...huhuhu...4th kita pulang dr btk, ntah knapa smua personil brasa sedih bgt ninggalin btk kali ini...sampe bandung malem..nongkrong lg di cloud 9 bwt acara penutupan trip...bsoknya kmbali kjkt,gw stay dbdg lg,tp tmn gw ada yg cabut lg kcimaja, msh pnasaran katanya...ahahaha...

pas di btk gw rada lupa hari n tanggal, jd ga berurutan ceritanya..huhuhu...next trip mungkin susuri pantai selatan sampe lombok, ato ke sumatera...mo nabung dulu akh...trims buat lokal di setiap spot yg welcome bgt sm kita2...

Selasa, 17 Agustus 2010

Carita Surfing Club goes to Billabong Pro Cimaja

May 2009, CSC



nonton bareng "mengejar ombak" with the surferstar dede suryana


CSC


1st Place - Lee Wilson


Garut on tube


CSC


CSC


welcome rainbow

Tanjung Lesung Surfing



Agustus 2009, tepat sebelum saya memulai perkuliahan di itb, setelah cek swell menurut forecast dan info dari lokal, Tanjung Lesung point sedang on fire. Spot satu ini bisa dibilang andalan bagi kami, karena karakter ombaknya yang tidak begitu keras dan memiliki lineup yang cukup panjang. Dengan dasar karang yang masih hidup dan air yang jernih menjadi tambahan hiburan disaat kita menunggu ombak, karena kita bisa melihat langsung ikan-ikan yang hilir mudik di dasar laut, namun terkadang agak berbahaya juga karena beberapa surfer pernah menemukan ular laut yang berbisa, dan seringkali ada hiu..hmmm.





Pagi-pagi sekali saya meluncur menuju Tanjung Lesung, sendiri dari rumah dan menjemput beberapa teman di markas Ombak Barat – Carita Surfing Club. Sesampainya di spot ternyata memang betul perkiraannya, kondisi ombak sekitar 3-6 feet glassy…gosok wax papan dan tanpa tunggu lagi langsung nyebur..ini adalah kali pertama saya surfing di point ini, saya yang masih belajar lumayan sulit untuk mencapai point karena letaknya lumayan jauh dari titik pertama turun.





Dipoint ada beberapa surfer bule dan teman-teman dari jakarta fridoun, nabel, gerry. Setelah main beberapa jam akhirnya kita kembali ke darat untuk beristirahat, karena kondisi air sudah semakin surut dan dasar karang sudah semakin terlihat, terlalu berbahaya bila dilanjutkan untuk surfing. Setelah istirahat makan siang kami memutuskan untuk pulang dan menuju carita dan melanjutkan surfing di saad point lippo beachbreak, kondisi ombak cukup memusakan, 3-4 feet leef right hander...hingga hampir petang kami surfing lalu disudahi setelah mendengar adzan maghrib. Kami makan malanm bersama dan setelah itu masing-masing kembali pulang ke rumah.

Pulau Sempu



Sempu ??? Speechless...saat waktu pertama menginjak pasir putih 'segoro anakan'... Pulau Sempu salah satu persinggahan dari perjalanan javatrip08 kita. saya start dari pandeglang (banten) - Bandung - cadas pangeran - Cirebon - Tegal (ditegal saya dijemput teman2 ber 4 yang berangkat dari Jakarta terus menuju Semarang dan singgah semalam - lalu lanjut ke Solo (kita menjemput 3 orang lagi) mampir di pusat batik Laweyan – berangkat lagi menuju Bromo (sampai jam 12 malam, istirahat dan jam 3 pagi mulai hardtop tracking ke penanjakan, puncak bromo, savana, pasir berbisik lalu istirahat semalam di hotel yoschi - sepulang dari pendakian bromo beberapa dari kami pun mulai terserang flu, mungkin karena mengalami perbadaan cuaca yang ekstrim. setelah sarapan pagi kita lanjut ke arah Malang - dan sampai di Sendang Biru jam 3 sore, cuaca tidak mengizinkan untuk menyebrang ke Pulau Sempu dan wisma satu2nya pun full. Sepakat kita berdelapan mendirikan tenda dan sebagian tidur di mobil.



Bangun pagi sarapan dan berkemas lalu kita menyewa perahu nelayan setempat dapet tarif baru 100K padahal infonya sekitar 75K, mungkin kena tarif tahun baruan deh...tapi kebetulan semalam kita betemu rombongan arek malang (Ja'far, Micko, Andre, Lindy) kami sepakat patungan sewa kapalnya. lapor di pos kehutanan dikenakan biaya 30K dan 40K. menyebrang sekitar 15 menitansampailah dibibir pantai pulau sempu. dimulailah tracking di hutan dengan jalan yang berlumpur karena habis hujan kemarin.yang awalnya beralas kaki, akhirnya kita semua nyekeer...dan belepotan lumpur, jatuh beberapa kali dengan telapak kaki terluka kena batu karang.



Setelah kurang lebih 3 jam kita mendaki beberapa bukit akhirnya sekitar jam 11.30 siang kita sampai di pantai "segoro anak" kita disuguhi salah satu tanda kebesaran Tuhan. "THE BEACH" minus ladang ganja, kejar2an sama penjaga ladangnya, dan ikan hiu pastinya! sudah lumayan banyak orang yang ber camp dan kita cari kavling untuk taro barang bawaan, lalu langsung tancap berenang dan bersihin badan dari lumpur dari perjalanan tadi, kaki pun mulai pada terasa perih kena air laut. Setelah bersih, kita dirikan tenda, dan masak sarden dan kornet kebetulan nasi putih sudah bungkus dari sendang biru. Setelah makan kita bingung apakah mau menginap semalam atau balik lagi. melihat persediaan logistik tidak memungkinkan untuk bermalam (karena memang dari awal kita gak rencana untuk menginap) tapi setelah melihat pemandangan seindah ini kita juga bingung untuk cepat-cepat meninggalkannya. Mungkin untuk arek-arek dari sekitar malang dan surabaya bisa bolak-balik kapan saja, tapi bagi kami belum tentu. Lalu dengan pertimbangan persediaan logistik dan menjaga kondisi fisik kami karena perjalanan masih panjang, masih ada jogjakarta, wonosobo, tegal, cirebon, jakarta dan pandeglang lagi, akhirnya kita memutuskan untuk tidak menginap alias balik lagi. Sisa waktu yang cuma beberapa jam kita manfaatin untuk foto-foto, berenang, sun bathing...selesai berkemas tenda, jam 3 kita pamitan ke rombongan arek malang Jafar dkk. sebagian logistik yang masih utuh pun kita berikan ke mereka.



Mulai pendakian pulang...someday i'll be back here for stay long...masih ada beberapa spot yang belum sempat kita nikmatin keindahannya. Di perjalanan pulang kita berpapasan dengan banyak rombongan yang baru menuju segara anak...salah satunya adalah rombongan dari biro perjalanan wisata, anggotanya adalah ibu-ibu, anak kecil dan 2 orang bapak2, sempat bertanya pada kita apakah masih jauh obyeknya...? Muasih Pak!!! kira-kira 2 jam perjalanan lagi, sedangkan cuaca mendung dan mulai gelap menjelang malam. Lalu kita tanya apakah rombongan bapak bawa peralatan2 seperti senter,tenda,cukup logistik sampai besok... diluar dugaan bapak itu malah mengira kalau di obyeknya bakal ada warung jual makanan dll. wahhh..kalo begitu sih kami sarankan bapak dan rombongan untuk kembali ke sendang biru. Karena segoro anakan itu bener-bener harus survive..sedangkan rombongan bapak sama sekali gak ada persiapan.



kami pikir pihak travel agentnya sangat tidak bertanggung jawab, tidak memberikan informasi yang lengkap dan malah tidak menyertai perjalanan menuju obyek segoro anakan...gilaa..tapi apa boleh buat, dengan obyek yang memang benar-benar indah bapak dan rombongannya itupun terus mendaki...pas maghrib kita sampai di sendang biru, langsung menuju wisma kehutanan yang sudah kami booking sebelumnya, istirahat, bersih-bersih, makan malam, dan tepar semua, kita gak ada yang peduli walaupun malam itu adalah malam penhujung tahun 2008, nampaknya kami semua sudah sangat kelelahan, dan melewatkan malam tahun baru di alam mimpi kita masing-masing. bangun pagi, pagi pertama tahun 2009, sarapan, dan berkemas untuk melanjutkan javatrip ke persinggahan berikutnya Jogjakarta.



Saran untuk yang pada mau ke pulau sempu, persiapan logistik harus benar-benar cukup untuk selama disana,terutama air bersih, obat-obatan, dan yang pasti kondisi fisik harus benar-benar fit. mungkin untuk yang biasa mendaki, track itu belum seberapa dibanding mendaki gunung yang tebingnya lebih terjal, tapi bagi yang gak biasa, sudah lumayan menguras tenaga, belum lagi masih banyak barang bawaan. dan yang lebih penting sangat dimohon jangan merusak alam pulau sempu, jangan buang sampah sembarangan, gunakan bahan yang sekali pakai, jangan meninggalkan barang / sampah / apapun itu di pulau sempu.

Sebetulnya semua itu sudah dijelaskan oleh pihak kehutanan waktu kita melapor untuk izin menyebrang ke pulau sempu, tapi ternyata selama perjalanan tracking ke sogoro anakan, kita mendapatkan beberapa kantong plastik, botol plastik air mineral bekas, sandal rusak, kaos/baju rusak, di pantai segoro anakan, kita menemukan pecahan beling botol, dan beberapa oknum menebang pohon, entah untuk kayu bakar/tiang tenda. sangat ironis sekali. pulau sempu adalah satu warisan yang sangat indah yang harus kita jaga bersama, saya sangat yakin kalau dari kita semua tidak ada yang menginginkan pulau sempu jadi obyek wisata pantai seperti yang lainnya, yang penuh dengan sampah dan kerumunan orang gak jelas...maka dari itu alangkah baiknya kalau kita jaga bersama. biarkanlah ekosistem pulau sempu seperti adanya. setuuujuuu khaann...

Pasauran surf - Carita

Tibalah keputusan untuk resign bekerja dari kantor di Jakarta, rencana selanjutnya adalah untuk melanjutkan studi program master of urban design di Institut Teknologi Bandung. Dengan berat hati akhirnya saya berhenti bekerja dan mulai ikut test penerimaan mahasiswa baru. Test pertama saya gagal masuk, dan ternyata jurusan itu hanya dibuka setahun sekali…dug…. Daripada tidak produktif akhirnya saya pun mencari proyek secara mandiri dan dikerjakan secara freelance. Kelebihan waktu dirumah digunakan untuk menyalurkan hobi-hobi yang sebelumnya sudah lama tidak dilakukan. Mulai dari mendaki gunung, dan beberapa kali Trail Adventure bersama teman. Sampai pada suatu saat, fajar teman surf session mengajak untuk ngombak kembali di carita, siapa takut…kita pun mencoba surfing lagi di carita, kali ini kondisi ombak flatt dimana-mana. Dan saya sedikit berpesan sama anak lokal sana untuk dikabari klo ombak bagus.



Sms..telpon berdering, ternyata dari teman-teman di carita, Ombak bagus kii..tanpa banyak persiapan, saya langsung meluncur dengan motor trail kesayangan, ternyata hanya 45 menit saja bila ditempuh dengan motor. Saat itu saya yang belum bisa apa-apa dalam surfing langsung disuru turun di pasauran reef konon karang di dasarnya sangat tajam seperti parutan yang siap mencabik kulit badan kita. Hasilnya baru masuk air saya sudah terbawa arus hingga hampir putus asa, tapi mereka tidak ada satupun yang menolong, cuma tertawa dari kejauhan. Ternyata memang itu cara ampuh untuk mengajari pemula untuk melawan rasa takut dan agar berusaha sekuat tenaga paddling menuju point. Ombak yang setinggi kepala menciutkan saya untuk ambil ombak, jadi hingga selesai saya hanya berjemur saja..eheh…








Entah setan apa yang merasuki otak saya, setelah hari itu saya jadi semakin sering ke pantai daripada tinggal dirumah. Tumbuh tekad untuk serius mempelajari olahraga ekstrim satu ini. Seringkali 2-4 hari stay dipantai dan hasilnya setiap pulang kerumah langsung dapet omelan karena tampang saya sangat hitam legam..hmm, itu udah resiko jawab saya…akhirnya saya beli papan surfing pertama dengan ukuran 6’0” yang sangat susah untuk belajar bagi pemula seperti saya, tapi ya sudah lah tak apa. Semakin tekun dan semakin sering lagi belajar hingga akhirnya bisa berdiri dan meluncur lurus kedepan mengikuti buih ombak putih. Sangat senang sekali pada saat itu. Tentunya dengan banyak pengorbanan yang sudah dilakukan. Telapak kaki pun sudah banyak luka sobek kena karang pasauran reef point..no pain no gain…





Hampir setahun akhirnya tibalah untuk test kembali di Bandung. Kali ini saya diterima kuliah di Itb, wah..semakin dekat nih dengan batukaras dan Pelabuhan ratu pikirku, sudah terlintas sejak pertama bakalan bisa sering surfing nih disela-sela waktu kuliah. Makin menjadi angan-angan saya untuk bisa lebih lanjut lagi dalah hal surfing, tidak hanya berdiri meluncur lurus kedepan, tapi bisa mengikuti ombak dari point hingga habis ke pinggir pantai. Sejak itulah mulai banyak trip-trip ke berbagai tempat surfing khususnya di sekitar jawa barat dan banten.

first surfing session



Pada awalnya sekitar tahun 2003 ada paket liburan dan studi arsitektur lokal ke pulau dewata Bali dari jurusan tempat saya kuliah, disana secara lengkap kita mempelajari sejarah, bentuk, langgam dan budaya arsitektur lokal Bali. Dari wilayah pesisir hingga ke dataran tinggi, dari desa-desa adat hingga yang sudah berbaur dengan budaya modern. Selesai dengan rangkaian acara studinya akhirnya kita pun berwisata pantai, mencoba wahana-wahana yang tersedia. Melihat banyaknya papan surfing di pantai kuta menguatkan hasratku untuk mencoba olahraga yang satu ini, yang katanya si ekstrim…
Berhadapan dengan beach boy penyewa papan, setelah deal harga maka saya pun mencoba menunggangi bongkahan busa tersebut…pada saat itu sama sekali blank pengetahuan tentang surfing, seingat saya sih yang saya tunggangi pada saat itu adalah papan softops konon khusus buat para pemula sekali. Sewa selama satu jam pun berlalu dengan tidak banyak cerita. Yah..namanya juga nyobain doang..harapan ingin meluncur di dalam lorong ombak pun cuma impian. Mimpii kalii yee…



Sampai beberapa tahun berlalu hingga sayapun lulus dan bekerja di Jakarta. Dan suatu waktu sekitar awal tahun 2008 beberapa teman mengajak untuk berlibur bersama untuk menghilangkan penatnya pekerjaan dan sesak kota Jakarta. Dengan penuh semangat teman saya memperkenalkan ‘batu karas’ yang katanya surganya para peselancar, terutama bagi beginner. Gak perlu jauh-jauh ke Bali buat selancar, di batu karas ajah katanya..setelah setting waktunya, kita berangkat dengan memanfaatkan libur panjang yg kebetulan weekend dan ada tanggal merah. Berangkat berempat (saya, fajar, mario, hikmat) dan rencana nambah satu orang lagi (Elpan) setelah transit di Bandung. Brangkat dari Jakarta pukul 13.00 ternyata di jalan tol muacet sangat hingga sampai Bandung pukul 18.00 istirahat lalu lanjut perjalanan hingga sampe lokasi batu karas pukul 03.00 Jadi total waktu tempuh 14 jam…ahahaha…wtf… namun setelah sunrise barulah pesona pantai batu karas terlihat. Setelah check in lalu kita siap dengan surf session.





Sewa softops lagi sama Jack ‘uching’ lalu berpaddle ria dengan hangatnya matahari. Kali ini saya baru sadar kalau susahnya berselancar..pada saat istirahat kita2pun dapat advice dari lokal surfer ‘Dados’ bahwa basicnya adalah paddling…sempet liat surfer lokal yang dengan lincahnya bergerak naik turun di atas ombak dengan papan yg berukuran kecil ‘shortboard’ yang ternyata adalah ‘apip - phill collin’ dan juga ada surfer lokal yang dengan lihai memperlakukan papan besarnya ‘longboard’ seperti halnya papan kecil ‘husni’. Empat hari bergulat dengan ombak batukaras berbuah hasil dengan berdiri beberapa detik saja di atas papan selancar, itupun sudah berasa sangaat senangg..habis waktu liburan kita kembali ke Jakarta dengan badan penuh dengan sunburn karena tidak satupun dari kita mengoleskan sunblock ditubuh kita. Puas liburan kali ini, dan berjanji ingin kembali lagi bila ada waktu liburan panjang.





Kesempatan selanjutnya adalah setelah sekian lama ingin berlibur akhirnya datang juga long weekend, dan saya pun merencanakan lagi untuk kembali ke batu karas bersama teman yang lainnya. Kali ini tidak semudah pada saat pertama kali, beberapa orang berhalangan untuk ikut, dengan minimnya peserta dan info kitapun batal berangkat, liburan pun hanya dihabiskan dirumah saja. Suatu hari teman sma saya berkunjung ke rumah, lama nggak ketemu dihabiskan dengan ngobrol sana-sini dan colongan curhat juga kalo seharusnya saya sudah liburan ke batukaras untuk surf session. Dia langsung berseloroh “ngapain jauh-jauh ke batukaras? di Carita juga bisa koq surfing!!! Kebetulan dia memang rumahnya dekat sekali dengan pantai Carita. Haaa…Emang bisa ya surfing di Carita? – ya bisa lah..ada koq penyewaan papannya juga katanya,,, hmm..perasaan seumur tinggal di Pandeglang dan sering sekali bolak-balik Carita belom pernah liat deh…ya udah, daripada penasaran mendingan sekarang juga kita cek ke Carita deh sekalian silaturahmi ke rumahmu. Setelah cek, pada saat itu kebetulan sekali sedang musim ombak barat..lihat ombaknya cukup besar dan surfable…setelah keliling-keliling bertemu lah dengan tempat surf lesson ‘Ombak Barat’ dan menemui salah satu surfer lokalnya ‘hendar boss’. Ngobrol ngalor-ngidul dan akhirnya janjian untuk surf lesson minggu depan.



Langsung saja hubungi teman-teman yang kemarin nggak pada jadi berangkat ke batukaras, kalo mo surfing gak jauh bisa di carita aja..setelah arrange waktunya ternyata yang bisa ikut surf session kali ini cuma fajar aja. Berangkatlah ke Carita yang hanya menempuh waktu 1 jam dari rumah…14 jam VS 1 jam..ehehe…kondisi ombak sangat besar pada saat itu, dengan minim pengalaman ternyata kita diberi shortboard..karena stok longboard memang tidak ada di carita..hasilnya..damn..paddlenya setengah mati, and ga bisa seimbang sama sekali diatas papan…kali ini benar-benar putus asa, boro-boro berdiri untuk beberapa detik, buat napas aja udah susah..ahaha…walhasil 2 hari paddling, badan pada sakit semua. Tapi lumayan sedikit banyak sudah bertambah pengetahuan tentang surfing, saya dan fajar pun senang menemukan tempat yang lebih dekat untuk surf session.



2 minggu berlanjut, mario salah satu teman yang tidak bisa ikut pada surf session sebelumnya di carita berencana untuk mengajak mancing di daerah carita dan sekitarnya. Saya pikir, sekalian aja biar kenal sama surf spot di carita, dan janjian buat surf session. dengan penuh semangat saya bawa ke tempat kemarin saya dan fajar hampir putus asa dihantam ombak-ombak besar, dan waktu tiba di lokasi…Daamnn…flaaatt…dimana ombak yang kemarin sampai nyiutkan nyali gw..??? setelah ngobrol dengan lokalnya, memang lagi flat di pantai ini, tapi bisa ke spot yang lain koq kalo mau…akhirnya kita pergi cek ke pasauran reef…wah bawahnya karang ya? Nggak deh… tapi ada lagi koq yang pantai pasir…go to Jambu point…wah ombaknya lumayan buat beginner nih…lagi dengan shortboard, hanya bisa paddle sana paddle sini..setelah main beberapa jam, kita cabut balik karena mario udah harus balik lagi ke Jakarta. Ternyata di Carita dan sekitarnya masih banyak spot-spot surfing, baik untuk pemula atau yg experienced surfer…belakangan ini saya mengetahui lebih dari 10 spot surfing dengan berbagai karakter yang membujur di pantai barat Banten, dari ujung pantai anyer hingga tanjung lesung, belum termasuk spot-spot yang ada di pulau sanghyang, peucang, panaitan, hingga pantai selatan, pulau dili dan pulau tinjil. Sempat terlintas pikiran untuk menyambangina satu persatu suatu saat nanti…eheh…